Di tengah puing-puing perang dunia pertama, di sudut-sudut gelap London, hiduplah seorang gadis muda bernama Isabella. Dia adalah seorang anak yatim piatu tunawisma, hidup sendirian di jalanan yang penuh dengan kekacauan dan keputusasaan. Namun, di dalam hatinya yang kecil dan rapuh, terdapat sebuah hubungan yang tak terduga dengan makhluk legendaris yang kembali dari masa lalu yang gelap: Jabberwocky, dia sering diam diam mencuri ikan segar di pasar agar bisa dimakan berdua bersama Jabberwocky.
Isabella adalah salah satu dari sedikit orang yang menyadari bahwa Jabberwocky yang muncul kembali kali ini berbeda. Meskipun monster itu pernah meneror London di masa lalu, Isabella yakin bahwa ini bukanlah monster kehancuran tanpa ampun seperti yang diceritakan dalam sejarah. Dia merasa ada sesuatu yang berbeda dalam mata Jabberwocky yang bertabrakan dengan pandangannya dari balik jendela tempat persembunyiannya di sudut kota.
Dia adalah anak perempuan tunawisma yatim piatu yang menjalani hari-harinya dengan menjaga diri dari pandangan orang-orang yang takut dan benci padanya. Mereka menganggap Isabella sebagai penyihir karena dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan monster raksasa bernama Jabberwocky yang tinggal di sungai dekat tempat tinggalnya.
Isabella sebenarnya bukanlah penyihir sebagaimana yang mereka sangka. Dia hanya memiliki ikatan khusus dengan Jabberwocky karena suatu kejadian yang tak terduga. Jabberwocky, meskipun menakutkan, adalah makhluk yang kesepian dan tersisih, seperti halnya Isabella. Mereka menemukan kenyamanan satu sama lain dalam kehidupan yang keras dan penuh penolakan ini.
Hari-hari mereka dihabiskan dengan bermain dan berbicara di tepi sungai yang tenang, jauh dari pandangan manusia. Isabella tidak pernah menggunakan kekuatannya untuk menyakiti siapa pun; sebaliknya, dia berusaha menjaga kedamaian dan harmoni di antara makhluk-makhluk yang tinggal di sekitarnya.
Namun, kehidupan Isabella berubah secara drastis ketika sebuah insiden kecil membuat Jabberwocky marah dan keluar dari sungainya, menimbulkan kekacauan di desa kecil itu. Warga desa dengan cepat menyalahkan Isabella atas kejadian tersebut dan mulai mengancam akan mengusirnya atau bahkan lebih buruk lagi.
Isabella yang terpojok dan putus asa akhirnya harus memutuskan untuk melindungi desa yang mengutuknya atau melindungi makhluk yang telah menjadi temannya. Dalam pertarungan yang menyedihkan dan penuh pertimbangan, Isabella memutuskan untuk menghadapi Jabberwocky sendirian, berharap dapat kembali membawa damai ke sungai yang mereka panggil rumah.
Dengan berani dan hati yang penuh kasih, Isabella berhasil meredam kemarahan Jabberwocky, mengingatkan makhluk itu akan kebaikan dan persahabatan mereka. Jabberwocky akhirnya mengalah dan kembali ke sungainya, dan Isabella pun dibiarkan hidup dengan damai di pinggiran kota London, meskipun masih dijauhi oleh beberapa orang.
XXX
Penduduk London tidak pernah menyangka bahwa Jabberwocky, monster raksasa yang dikalahkan oleh detektif Alistair dan teman-temannya dengan bom Oxygen Penetrator pada masa lalu, masih hidup dan bersembunyi di kedalaman Sungai Thames.
Ketika kota dihadapkan pada serangan Zeppelin Jerman dan kekacauan perang yang melanda, keberadaan kembali Jabberwocky menambahkan lapisan ketakutan baru bagi penduduk kota yang sudah terluka dan terkejut. Mereka terbiasa dengan kisah-kisah lama tentang monster itu, yang pernah menjadi ancaman besar bagi kota ini, dan sekarang harus menghadapi kenyataan bahwa Jabberwocky kembali.
Kaiju Jabberwocky, monster raksasa yang pernah menghantui London pada abad ke-19, tiba-tiba muncul kembali dari kedalaman sungai. Tubuhnya yang besar dan ganas mengejutkan para penjaga di tepi sungai yang sedang berusaha mengamankan kota dari serangan udara. Jabberwocky, yang pada masa lalu dikenal akan kehancuran yang tak terkendali, sekarang berdiri sebagai sekutu tak terduga bagi Inggris yang terdesak.
Detektif Alistair, yang masih aktif di Scotland Yard pada masa itu, terkejut mendengar laporan bahwa monster yang mereka kalahkan dengan susah payah dahulu masih ada. Dia teringat akan misi berbahaya yang pernah dijalankannya untuk menemukan cara mengalahkan Jabberwocky, dan sekarang harus berhadapan dengan kembali monster itu dalam konteks perang yang lebih luas namun tak mampu berbuat apa apa selain melindungi keluarganya.
Kehadiran kembali Jabberwocky menjadi titik balik penting, menunjukkan bahwa dalam kekacauan perang dan ketakutan yang melanda, ada kekuatan luar biasa yang terbangun kembali dan dapat menjadi faktor penentu dalam nasib kota ini.
Di tengah kekacauan perang dunia pertama, London berada dalam keadaan genting. Armada Zeppelin Jerman melintasi langit kota, menjatuhkan kematian dari atas.
Pada malam itu, awan kelabu menyelimuti langit London dengan gemuruh petir yang menggema di kejauhan. Angin berdesir menusuk tulang dan keheningan malam terganggu oleh suara gemuruh yang semakin dekat. Maka dimulailah detik-detik mengerikan bagi warga London.
Dari kegelapan, pesawat-pesawat Zeppelin Jerman mulai muncul seperti bayangan yang menakutkan di langit malam. Mereka datang dengan kecepatan yang menakjubkan, sayap-sayap mereka bersinar di bawah cahaya bulan yang tersembunyi di balik awan. Bom-bom mereka yang mengerikan digantungkan di bawah badan pesawat, siap dilepaskan ke bawah untuk menabur kematian dan kehancuran.
Jerman menggunakan pesawat Zeppelin untuk membombardir London dan kota-kota lainnya selama Perang Dunia I sebagai bagian dari strategi serangan udara terhadap Inggris. Serangan udara menggunakan pesawat Zeppelin oleh Jerman terhadap London dan kota-kota lainnya terjadi selama Perang Dunia I, terutama antara tahun 1915 dan 1917. Zeppelin digunakan sebagai salah satu bentuk awal dari serangan udara strategis dalam konflik tersebut.
Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan di antara penduduk, merusak infrastruktur, dan memaksa Inggris untuk membagi sumber daya militer mereka antara front-barat dan pertahanan dalam negeri. Serangan Zeppelin, meskipun relatif tidak efektif secara militer, dimaksudkan untuk mempengaruhi moral dan menunjukkan kekuatan Jerman dalam perang modern.
Sementara itu, di bawah, warga London merasakan getaran yang membuyarkan ketenangan mereka. Lampu-lampu kota yang redup dan kabut tebal yang melilit jalan-jalan membuat suasana semakin menyeramkan. Suara sirene peringatan berdering di kejauhan, menciptakan ketegangan di udara.
Di tengah-tengah kekacauan perang dunia pertama, kehancuran yang melanda gedung-gedung bersejarah London menjadi pemandangan yang menggetarkan hati. Gedung-gedung ikonik yang selama berabad-abad menjadi lambang kejayaan dan keindahan arsitektur, kini terancam oleh serangan udara yang tak kenal ampun.
Salah satu gedung bersejarah yang terkenal adalah Big Ben, menara jam yang megah di Westminster Palace. Bagian dari Istana Westminster yang lebih besar, Big Ben adalah simbol dari kekuatan dan ketahanan Britania Raya. Namun, dalam gelombang serangan Zeppelin Jerman yang berulang, struktur ikonik ini terkena bom dan api, menyebabkan kerusakan yang serius dan mengancam keberadaannya.
Di sekitar Trafalgar Square, National Gallery yang penuh dengan karya seni berharga dari berbagai zaman, menjadi saksi bisu dari kehancuran di sekitarnya. Bom-bom meledak di sekitar bangunan ini, merusak fasad yang indah dan merusak karya seni yang berharga. Di pagi hari, catatan catatan seni ini bersatu dalam perpaduan sempurna
Tiba-tiba, ribuan bom mulai jatuh dari langit. Mereka menerobos awan, dengan suara deru angin yang menyertai kejatuhan mereka. Gedung-gedung tinggi, jalan-jalan raya, dan bahkan rumah-rumah kecil tidak luput dari hantaman maut ini. Bom-bom meledak dengan kekuatan mengerikan, mengirimkan serpihan-serpihan beton dan besi menyembur ke segala arah.
Warga London berlarian, mencari tempat perlindungan di bawah tangga-tangga atau di terowongan bawah tanah. Teriakan panik mencampur aduk dengan suara gemuruh ledakan. Api menjilat-jilat bangunan yang terkena sasaran, menciptakan bayangan yang menakutkan di malam yang gelap.
Di tengah kekacauan itu, pahlawan-pahlawan pertahanan udara mengambil posisi mereka, menembakkan peluru anti-pesawat ke langit gelap. Kilatan cahaya merah dari senapan mesin mereka menyala-nyala, mencoba menghentikan serangan yang tidak kenal belas kasihan dari atas.
Namun, serangan itu berlanjut tanpa ampun. Setelah waktu yang terasa tak berkesudahan, pesawat-pesawat Jerman akhirnya memudar dari langit, meninggalkan kota yang hancur dan penduduk yang terpukul. London malam itu berubah menjadi medan kehancuran, dengan asap dan debu menggantikan keindahan awalnya.
Itulah malam ketika London merasakan kekejaman perang di atas kepala mereka, di antara awan yang gelap dan angin yang menusuk. Peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan, ketika bom-bom Jerman mengubah kota yang begitu megah menjadi reruntuhan yang penuh dengan ketakutan dan kehilangan.
Di tengah kekacauan perang dunia pertama, kekuatan Jerman semakin menguat dengan kehadiran tidak hanya Zeppelin dalam serangannya, tetapi juga empat kaiju luar angkasa yang mengerikan dan genetiknya direkayasa Ilmuwan Jerman: Hel, Valkrie, Elfreya dan Gurlatan. Ketiga kaiju ini adalah hasil dari eksperimen rahasia yang dilakukan oleh ilmuwan Jerman untuk mendapatkan keunggulan di medan perang.
Jerman menciptakan alat kontrol khusus yang dirancang untuk menundukkan kaiju dari ruang angkasa mereka sendiri, Gurlatan — kura-kura raksasa dengan kulit yang tebal dan kemampuan bertempur yang mematikan. Kura-kura raksasa ini dikirim melintasi Laut Utara, berlayar menuju London di bawah kendali Jerman.
Hel adalah kaiju raksasa dengan tubuh berlapis baja yang hampir tak terhancurkan, dilengkapi dengan serangan fisik yang menghancurkan. Valkrie, sebaliknya, adalah kaiju yang cepat dan gesit, dengan kemampuan untuk mengeluarkan serangan energi yang merusak dari matahari terbenamnya. Sedangkan Elfreya, kaiju yang paling misterius, memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan menghasilkan badai yang mengerikan sebagai senjata utamanya.
Dengan bantuan empat kaiju ini, Jerman percaya bahwa mereka memiliki keunggulan yang tak tertandingi di medan perang. Gurlatan, Hel, Valkrie, dan Elfreya dikirim untuk menghancurkan pertahanan Inggris, membalikkan situasi yang sebelumnya terlihat menguntungkan bagi pihak sekutu.
Dalam ketegangan perang dunia pertama, pemerintah Inggris yang tertekan oleh ancaman kaiju-kaiju Jerman dan melihat hubungan yang terjalin antara Isabella dengan Jabberwocky, memutuskan untuk mengambil langkah ekstrem. Mereka mengusulkan proyek rahasia untuk mengendalikan Jabberwocky dengan cara yang lebih langsung, dengan harapan dapat mengubah monster raksasa itu menjadi senjata yang dapat diandalkan dalam perang.
Pemerintah Inggris, yang pada awalnya terkejut dengan kehadiran kembali monster ini, segera menyadari bahwa Jabberwocky bisa menjadi kekuatan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi armada Zeppelin Jerman. Dengan bantuan monster raksasa ini, Inggris berhasil membalikkan keadaan di langit London. Jabberwocky melawan Zeppelin dengan keganasan alami dan kekuatan fisiknya yang luar biasa, mengirim beberapa kapal terbang Jerman terjatuh dengan satu pukulan ekor saja.
Dengan bantuan ilmuwan dan insinyur terbaik, mereka memodifikasi tubuh Jabberwocky secara radikal. Mereka memasang rangka mekanik besar yang menopang tubuhnya, menggantikan bagian-bagian biologisnya dengan bahan-bahan logam kuat dan teknologi canggih ala zaman Victoria. Hasilnya adalah Mecha Jabberwocky, naga raksasa yang kokoh dan diperkuat, sebagian besar terbuat dari logam dan dilengkapi dengan senjata-senjata modern.
Dengan tubuh yang lebih besar dan kekuatan yang ditingkatkan, mereka berharap bahwa Mecha Jabberwocky akan menjadi penyeimbang yang efektif terhadap Hel, Valkrie, dan Elfreya yang mematikan. Meskipun awalnya ada keraguan apakah monster mekanik ini dapat diandalkan, keberanian Isabella dan keyakinannya pada Jabberwocky memberikan semangat baru bagi proyek ini.
Di bawah permukaan air Sungai Thames, Isabella masih percaya pada Jabberwocky. Meskipun kesulitan yang mereka hadapi, dia yakin bahwa kaiju itu bisa menjadi kunci untuk menghadapi kekuatan kaiju-kaiju Jerman. Dengan tekadnya yang kuat dan keyakinannya yang tak tergoyahkan, Isabella mencari cara untuk membantu Jabberwocky dan melibatkan kembali kota London dalam perjuangan melawan musuh bersama.
Isabella berdiri di tepi Sungai Thames, memandangi langit yang terbakar oleh percikan api dari serangan Zeppelin. Angin malam membawa aroma asap dan kehancuran ke tempat persembunyiannya di bawah jembatan yang retak. Dia menggenggam mantelnya erat-erat, mencoba meredakan rasa dingin yang menusuk hingga tulang.
Sudut-sudut kota yang dulu pernah dia jelajahi kini hancur berantakan. Bangunan-bangunan yang indah kini menjadi tumpukan puing-puing yang menyedihkan. Di jalanan, tubuh-tubuh yang terluka atau tergeletak tak bernyawa menjadi pemandangan yang mengerikan. Suara tembakan dan dentuman bom menggema di udara, mengingatkannya pada kebrutalan perang yang terus berlangsung.
Isabella mengingat keluarganya yang sudah tiada. Orang tuanya meninggal dalam serangan awal di kota kecil tempat mereka tinggal sebelum perang meletus. Dia sendiri menjadi yatim piatu dan tunawisma, berjuang untuk bertahan hidup di tengah-tengah konflik yang tak berujung ini. Kesendirian dan keputusasaannya menggelayuti setiap hari.
Tapi yang paling menakutkan baginya bukanlah kehilangan atau kesendirian, melainkan kaiju-kaiju raksasa yang berjuang di atas kepalanya. Isabella takut pada kekuatan dan destruksi yang mereka bawa. Setiap kali Hel, Valkrie, dan Elfreya muncul di langit, langit London yang seharusnya damai menjadi teater bagi pertempuran yang menakutkan dan menghancurkan.
Namun di antara kekacauan dan ketakutan, ada satu hal yang menguatkan hatinya. Jabberwocky, meskipun terlihat menakutkan, adalah satu-satunya harapan yang dia miliki. Dia melihat sesuatu dalam mata monster itu, sesuatu yang mengingatkannya pada keberanian dan kekuatan yang pernah dimiliki kota ini sebelum perang meletus.
Isabella mengumpulkan keberaniannya untuk keluar dari persembunyiannya setiap kali Jabberwocky muncul. Dia membawa makanan yang sedikit dia miliki untuk memberi kepada monster itu, mencoba membangun ikatan yang rapuh namun bermakna di antara kehancuran yang melanda.
Setiap malam, Isabella berharap dan berdoa agar perang segera berakhir, agar langit kota ini tak lagi diwarnai oleh api dan asap. Dia bermimpi tentang waktu ketika dia bisa hidup tanpa takut, tanpa kehancuran yang mengancam di setiap sudut.
Namun, di saat yang sama, keberaniannya tumbuh. Meskipun kecil dan rapuh, kepercayaannya pada Jabberwocky dan harapannya untuk masa depan yang lebih baik adalah cahaya kecil di tengah-tengah kegelapan perang dunia pertama yang menakutkan itu.
Pertempuran yang epik antara kaiju dari kedua belah pihak terus berlangsung di langit London yang terbakar oleh perang. Semua harapan tergantung pada Jabberwocky dan kesempatan untuk mengalahkan Hel, Valkrie, dan Elfreya yang mematikan.
Dalam pertempuran berikutnya di langit London yang terbakar oleh perang, Mecha Jabberwocky dikerahkan untuk melawan kaiju-kaiju Jerman. Api dan ledakan melingkupi pertempuran antara makhluk-makhluk raksasa ini, menggambarkan gambaran epik dari pertempuran antara teknologi dan alam.
Dalam kegelapan malam yang diterangi hanya oleh kilatan api dan sorotan merah dari ledakan bom, langit London menjadi medan pertempuran yang menggetarkan jiwa antara Mecha Jabberwocky dan kaiju-kaiju Jerman, Hel, Valkrie, Elfreya, dan Gurlatan. Penduduk kota yang terdiam menatap ke langit, sementara Mecha Jabberwocky, naga raksasa dengan tubuh mekanik bergaya era Victoria, berdiri tegar di hadapan musuh-musuhnya yang berbahaya.
Pertempuran dimulai dengan dentuman yang mengguncang bumi ketika Hel, kaiju berlapis baja dengan kekuatan fisik yang menghancurkan, menerjang Mecha Jabberwocky dengan pukulan dahsyatnya. Serangan demi serangan terjadi, dengan tubuh mekanik Mecha Jabberwocky bergetar setiap kali Hel menghantamnya. Namun, dengan kekuatan dan ketangguhan yang baru ditemukan, Mecha Jabberwocky melawan kembali dengan serangan laser yang mematikan dan meriam plasma yang memuntahkan api biru membara.
Valkrie, kaiju dengan kecepatan dan serangan energi yang mematikan, meluncur dari langit dalam serangan mendadak. Mecha Jabberwocky merespons dengan mengaktifkan perisai energi yang melindungi tubuhnya, memantulkan serangan Valkrie kembali ke langit malam. Ledakan energi memenuhi udara, menciptakan panorama yang menakjubkan namun mengerikan bagi para saksi di bawah.
Sementara itu, Elfreya, kaiju yang menguasai cuaca dan dapat memanggil badai, memperburuk situasi dengan mengirimkan angin ribut dan petir ke arah Mecha Jabberwocky. Meskipun sistem elektroniknya terganggu, Isabella dalam kokpit Mecha Jabberwocky tetap tenang dan fokus. Dengan cepat, dia membangkitkan kembali sistem cadangan dan mengeksekusi serangkaian kontra-serangan yang mengesankan.
Gurlatan, kura-kura raksasa yang menimbulkan gelombang energi menghancurkan dari cangkangnya, muncul dari dalam Sungai Thames.
Malam itu, ketika langit London terbakar oleh kilatan api dari serangan Zeppelin, Isabella berani keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan hati-hati, dia mendekati Jabberwocky yang sedang berdiri di tepi Sungai Thames. Raksasa itu menoleh ke arahnya dengan mata yang penuh pertanyaan, tetapi tidak ada ancaman dalam gerakannya.
"Dia tidak mau menyakiti kita," gumam Isabella pada dirinya sendiri, berusaha meyakinkan diri sendiri.
Suatu hari, ketika Zeppelin Jerman melintas lagi di atas kota, Jabberwocky tiba-tiba muncul dari Sungai Thames. Isabella yang berada di dekatnya segera melihat gelombang panik yang melanda penduduk kota. Dia tahu dia harus melakukan sesuatu.
"Dia datang untuk membantu kita!" seru Isabella dengan keras, mencoba membuat penduduk kota mendengarnya.
Tapi ketika situasi semakin tegang, Jerman tidak tinggal diam. Mereka mengirim Gurlatan, kura-kura raksasa yang dikendalikan oleh alat canggih mereka. Pertempuran antara dua kaiju pun dimulai di atas langit yang terbakar oleh perang.
Isabella, yang melihat pertempuran ini dari kejauhan, merasa putus asa. Dia merasa harus melakukan sesuatu untuk membantu Jabberwocky membela London yang sekarang menjadi rumahnya. Dengan hati-hati, dia menyusup ke tengah-tengah kerumunan yang ketakutan dan mencoba untuk meyakinkan mereka.
"Dia bukanlah seperti dulu! Jabberwocky ingin melindungi kita!" teriak Isabella dengan suara gemetar.
Penduduk kota awalnya ragu, tetapi melihat bagaimana Jabberwocky bertarung untuk melindungi mereka dari serangan Zeppelin, mereka mulai mempertimbangkan kata-kata Isabella. Di tengah-tengah kekacauan perang, mereka melihat keajaiban dari kaiju yang dulunya menakutkan itu, kini berubah menjadi pelindung mereka.
Pertempuran dahsyat antara Jabberwocky dan Gurlatan pun tak terhindarkan. Di atas kepala orang London yang dilanda perang, dua kaiju berjuang dengan kekuatan masing-masing, menciptakan kekacauan besar di antara langit-langit asap kota yang terbakar.
Penduduk London menatap ke langit, tercengang dan terkagum-kagum oleh pertempuran epik yang terjadi di atas mereka. Mereka tidak lagi hanya menjadi saksi dari kengerian perang manusia, tetapi juga dari kekuatan luar biasa dari makhluk-makhluk legendaris yang berjuang atas nama mereka.
Pertempuran itu berlangsung hingga ke pagi hari. Dalam serangkaian pukulan dan gigitan, Jabberwocky berhasil menaklukkan Gurlatan. Kura-kura raksasa itu akhirnya terpaksa menyerah di tangan monster yang lebih kuat.
Kemenangan ini tidak hanya memberikan kelegaan bagi penduduk London, tetapi juga menandai kebangkitan kembali legenda Jabberwocky sebagai pelindung kota. Meskipun perang dunia masih berlangsung, kehadiran kembali Jabberwocky memberikan harapan dan kekuatan yang diperlukan untuk melawan kekuatan musuh yang tampaknya tak terkalahkan.
Pada saat itu, London adalah pusat dari perang total yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Jalan-jalan kota penuh dengan puing-puing dari bangunan yang hancur akibat serangan bom. Penduduk kota hidup dalam ketakutan konstan akan serangan udara dan ancaman kematian yang mengintai setiap sudut. Malam hari menjadi momen ketegangan tersendiri, ketika langit London diterangi oleh api dari ledakan bom dan siluet Zeppelin yang melayang-layang di atasnya.
Pertempuran antara Jabberwocky, yang dianggap oleh beberapa orang sebagai harapan terakhir kota, dengan kaiju-kaiju Jerman — Gurlatan, Hel, Valkrie, dan Elfreya — memunculkan atmosfer keputusasaan dan keberanian yang luar biasa. Jabberwocky, dengan bentuknya yang menakutkan tetapi nampaknya berubah menjadi pelindung, berjuang mati-matian melawan kaiju-kaiju yang diciptakan oleh musuh. Serangan fisik yang menghancurkan dari Hel, kecepatan dan serangan energi yang mematikan dari Valkrie, serta kemampuan mengendalikan cuaca dari Elfreya, semuanya menambahkan tekanan yang luar biasa dalam pertempuran tersebut.
Di bawah kepemimpinan Isabella, seorang gadis yatim piatu yang memiliki ikatan khusus dengan Jabberwocky, penduduk kota London mulai memahami bahwa makhluk raksasa itu bukanlah ancaman, tetapi sekutu yang tidak terduga dalam perang mereka melawan musuh yang lebih besar. Meskipun teror dan ketakutan menyelimuti kota, ada tetes-tetes harapan bahwa Jabberwocky dapat membantu mengubah nasib mereka.
Pertempuran itu tidak hanya menggambarkan kekuatan dan keganasan kaiju-kaiju, tetapi juga penderitaan dan keberanian manusia di tengah-tengah perang yang menghancurkan. Suara sirene peringatan, ledakan yang mengguncang tanah, dan sorotan merah dari peluru tracer melengkapi gambaran latar belakang yang mencekam dari pertempuran itu.
Namun, di tengah semua itu, kisah Jabberwocky dan pertempurannya melawan kaiju-kaiju Jerman menjadi simbol semangat dan perlawanan yang tak terkalahkan dari penduduk London. Meskipun kota ini hancur, semangat mereka tidak pernah padam. Dan dalam cahaya kunang-kunang kebangkitan dan pendar-pendar angkasa, mereka menemukan harapan dan kekuatan untuk melawan masa depan yang tidak pasti.
Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan untuk Jabberwocky, dan Gurlatan yang dikalahkan terpaksa mengundurkan diri ke dalam lautan. London, meskipun terluka parah oleh perang, merasa terhormat karena telah memiliki pelindung baru yang tak terduga.
Isabella, meskipun tetap hidup dalam kesendirian dan kemiskinan, tahu bahwa dia telah melakukan sesuatu yang penting. Dia telah membantu merestorasi kepercayaan pada Jabberwocky, mengubah pandangan orang-orang terhadap monster legendaris itu dari ancaman menjadi sekutu.
Keberadaannya menambahkan lapisan kekuatan dan keberanian bagi kaiju-kaiju Jerman. Mecha Jabberwocky berusaha menjaga keseimbangan, menghindari serangan Gurlatan sambil terus melawan Hel, Valkrie, dan Elfreya yang semakin memburuk.
Pertempuran berlanjut dengan intensitas yang memuncak, penuh dengan momen dramatis ketika Mecha Jabberwocky terlihat hampir putus asa di bawah serangan bertubi-tubi musuh-musuhnya. Namun, dengan tekad dan keberanian Isabella, serta dukungan dari tim teknisi dan tentara yang memantau dari darat, Mecha Jabberwocky tidak pernah menyerah.
Akhirnya, setelah serangkaian pertempuran sengit dan putaran menegangkan, Mecha Jabberwocky mampu mengungguli lawan-lawannya. Dengan kekuatan yang luar biasa dan strategi yang cerdas, mereka mampu menangkap dan menetralisir setiap serangan musuh. Hel, Valkrie, Elfreya, dan akhirnya Gurlatan, satu per satu terjatuh di bawah serangan Mecha Jabberwocky.
Langit London yang sebelumnya penuh dengan ketakutan dan kehancuran, sekarang bersinar dengan kemenangan yang gemilang. Mecha Jabberwocky, yang menjadi simbol perlawanan dan keberanian, berdiri megah di antara reruntuhan dan debu, menandakan kemenangan untuk kebaikan dan kebebasan.
Isabella, dengan hati yang penuh dengan rasa lega dan kebanggaan, melihat ke langit yang sekarang tenang. Dia tahu bahwa bahaya masih ada di luar sana, tetapi bersama dengan Jabberwocky dan Mecha Jabberwocky di sisinya, mereka dapat menghadapi apapun yang datang.
Pertempuran epik antara Mecha Jabberwocky dan kaiju-kaiju Jerman ini akan diabadikan dalam sejarah sebagai bukti bahwa tekad manusia dan kekuatan yang luar biasa dapat mengatasi bahaya yang tampaknya tidak bisa diatasi. Itu adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan kekuatan yang tergabung untuk melawan malapetaka yang mengancam umat manusia.
Akhirnya, Mecha Jabberwocky membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang luar biasa. Dengan keberanian Isabella sebagai pengemudinya, mereka mampu menahan serangan-serangan musuh dan bahkan memberikan serangan balasan yang menghancurkan. Kemenangan atas Hel, Valkrie, dan Elfreya menjadi bukti keberhasilan dari eksperimen ekstrim ini.
Namun, dalam kemenangan mereka, Inggris harus menghadapi realitas bahwa pengorbanan dan perubahan ini tidak datang tanpa biaya. Mecha Jabberwocky, dengan semua kekuatannya dan keberaniannya, tetap menjadi bukti dari upaya manusia untuk mengontrol dan mengubah alam.
London melawan serangan Zeppelin Kekaisaran Jerman selama Perang Dunia I dengan berbagai strategi pertahanan udara. Zeppelin adalah kapal udara besar yang digunakan Jerman untuk menjatuhkan bom di atas kota-kota Inggris, termasuk London, antara tahun 1915 dan 1917. London merespons dengan menggunakan pesawat tempur, menembakkan artileri udara, dan menggunakan peringatan dini untuk menghadapi ancaman ini.
Pertama, Royal Flying Corps (R.F.C.) mulai mengirimkan pesawat tempur untuk menyerang Zeppelin di udara sebelum mereka bisa mencapai target mereka. Kemudian, artileri anti-pesawat ditempatkan di sekitar London untuk menembak jatuh Zeppelin yang berani mendekati kota. Upaya ini terbukti cukup efektif, meskipun tantangan besar tetap ada karena Zeppelin terbang pada ketinggian yang sulit dijangkau oleh pesawat tempur atau senjata artileri.
Pemerintah juga meningkatkan sistem peringatan dini dengan membentuk layanan patroli yang terdiri dari orang-orang yang mengamati langit di sekitar London untuk mendeteksi kedatangan Zeppelin secepat mungkin. Sistem ini membantu mengurangi keberhasilan serangan Zeppelin dengan memberi peringatan dini kepada penduduk dan memungkinkan pasukan pertahanan untuk menyiapkan respons mereka.
Secara keseluruhan, London menghadapi serangan Zeppelin dengan kombinasi strategi pertahanan udara yang terkoordinasi, termasuk penggunaan pesawat tempur, artileri anti-pesawat, dan peringatan dini. Meskipun serangan-serangan ini menimbulkan kerusakan dan korban, respons ini membantu membatasi efek dari serangan udara Jerman selama Perang Dunia I.
Setelah perang berakhir, Jabberwocky yang dulunya dianggap sebagai monster teror kota London,kini dianggap sebagai pahlawan yang melindungi Kerajaan Inggris. Namun, Isabella yang takut jika Jabberwocky sahabatnya suatu saat nanti kehilangan kendali dan kembali membahayakan manusia, memutuskan untuk melakukan ritual penyucian.
Isabella, dengan air mata yang mengalir memutuskan untuk membakar dirinya sendiri ke api unggun sambil memanjatkan doa, perlahan lahan tubuh Jabberwocky menghilang. Jiwa Isabella yang suci dan jiwa Jabberwocky menjadi satu di angkasa. Jabberwocky pun berubah ke wujud aslinya yang murni, Naga Seribu Tahun.
Setelah perang dunia pertama berakhir dan Kekaisaran Jerman mengalami kekalahan yang memalukan di Perjanjian Versailles pada tahun 1919, kehancuran dan penderitaan yang dihasilkan dari konflik tersebut tetap meresap dalam benak semua orang. Namun, di balik tirai realitas yang dikenal manusia, ada kekuatan gelap yang sedang bersiap-siap untuk memanfaatkan kekacauan dan kelemahan umat manusia.
Mad Hatter, dewa penghancur dari dimensi lain, tersenyum puas saat melihat Jabberwocky — monster raksasa buatannya — berhasil mengalahkan Hel, Valkrie, dan Elfreya, kaiju-kaiju luar angkasa milik kekaisaran Jerman. Dia tahu bahwa saatnya kini telah tiba untuk mengambil alih kembali kontrol atas Jabberwocky, untuk menggunakannya dalam rencananya yang gelap dan kejam, dia bisa menciptakan ratusan atau bahkan ribuan Kaiju Jabberwocky yang lebih kuat di masa depan.
Namun, seperti halnya dalam cerita legenda, takdir punya cara sendiri untuk mengimbangi kejahatan. Isabella, gadis muda yang telah membentuk ikatan khusus dengan Jabberwocky selama perang, merasa gelombang kekuatan gelap yang berusaha mengendalikan kembali monster itu. Dengan tekad dan keberanian yang baru ditemukan, dia memutuskan untuk melindungi Jabberwocky dari Mad Hatter dan rencana jahatnya.
Dengan bantuan dari orang-orang yang percaya padanya, Isabella menemukan jalan untuk mempengaruhi kekuatan dan energi yang mengalir di antara dimensi. Dalam pertempuran terakhir yang epik dan penuh perjuangan, dia berhasil memutuskan ikatan antara Jabberwocky dan Mad Hatter, mengembalikan monster itu ke alam asalnya yang tenang.
Mad Hatter, walaupun terhenti dalam upayanya untuk menguasai Jabberwocky, menghilang ke dalam bayangan, bersumpah untuk kembali suatu hari nanti dengan rencana yang lebih buruk lagi. Tetapi untuk saat ini, London bisa merayakan kemenangan mereka atas kekuatan gelap yang hampir menguasai mereka.
Isabella, meskipun hanya seorang anak perempuan biasa, telah menemukan keberanian dan kekuatan untuk melawan bahaya yang tak terbayangkan. Dia membiarkan Jabberwocky kembali ke kedamaian dan menjaga kota London dari ancaman yang lebih besar. Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dia tetap mengingatkan semua orang bahwa bahaya bisa datang dari tempat yang paling tidak terduga, tetapi keberanian dan keyakinan bisa menanggulangi bahkan yang terburuk sekalipun.
Dengan demikian, cerita tentang kekaisaran Jerman, kaiju-kaiju, dan pertempuran epik antara kebaikan dan kejahatan berakhir di sini, tetapi kisah-kisah ini tetap hidup dalam ingatan dan imajinasi mereka yang pernah menjadi saksi.
Dengan kekuatan yang tersisa dari energi dimensinya, Mad Hatter mulai merancang ritual kuno yang akan menghubungkan alam semesta mereka dengan dunia manusia.
Dia membutuhkan akses ke pikiran Jabberwocky untuk mengamankan pengendalian total atas monster tersebut, menggunakan kekuatannya untuk membangkitkan kembali kekuatan yang lebih besar dan lebih dahsyat daripada sebelumnya untuk melawan Sinta, gadis titisan Batara Wisnu pengendali Garuda Kosmos yang telah membunuh monster kesayangannya, Jabberwocky di Jalan Margonda. Setelah Jabberwocky generasi sebelumnya menjadi baik dan pelindung umat manusia berkat Isabella.
Ternyata Mad Hatter adalah sosok dibalik pandita sakti yang mengungkapkan jati diri Sinta sebagai titisan Batara Wisnu, entah apa rencana gila yang dipersiapkan Mad Hatter untuk masa depan umat manusia.....
(Damar Pratama Yuwanto)
Posting Komentar